puisi
“Si
Tikus Jalang”
Rasanya ingin ku tendang si tikus jalang
Dan rasa ingin ku tangkap dan tak akan ku buang
Mereka sudah terlalu lama hidup dengan kemewahan
Dengan rumah bagai berdindingkan uang
Si tikus jalang tidak
pernah takut akan hukuman
Karena masuk sel
berduri Ia tetap bagaikan Tuan
Tidur aman, makan pun nyaman
Kemana pergi tidak ada
larangan
Ia tidak pernah merasa bosan
Selalu asyik dengan hidup dalam kekayaan
Yang dipenuhi dengan tumpukan uang,
yang menjadi kursi kemegahan
Binatang jalang yang tidak punya perasaan
Tertawa geli bagai digelitik dengan intan
Melihat Si Semut lemah yang selalu berkerjasama
Namun tak berdaya dengan ketua yang tidak bijaksana
Si tikus jalang berwajah tampan, berpakaian rapi,
Dan bersikap sinis penuh kepicikan dan kelicikan
Ia…. merasa bangga karena dapat mengusai sebagian
dari Tahta Singa sebagai Raja,
Hanya dengan menyodorkan makanan berupa kertas yang
tak ternilai harganya
Si tikus jalang diberi kebebasan bagai tidak dalam
proses hukuman
Siapa sangka aturan di Tahta Singa yang megah dan
mewah,
masih bisa dibeli oleh seekor tikus yang bermuka
polos,
hanya dengan bersenjatakan uang ditangan
Apa kurangnya uang di Tahta jika dipikir secara
logika
Tapi itulah realita yang terjadi di Negara Kita
Karya : Rahella Margaretha
mitos atau fakta ???????
BalasHapus